Jumat, 27 Mei 2011

Pertumbuhan Fisik

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Semoga rahmat dan berkahnya melimpah kepada kita semua. Makalah yang disususn sebagai tugas awal mata kuliah Pengembangan Peserta Didik ini telah terselaikan. Tim penulis berupaya semaksimal mungkin untuk mengumpulkan bahan materi dari berbagai referensi dengan harapan dapat menambsah informasidan ilmu pengtahuan baru bagi kita semua.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang kita harapakan, maka dari pada itu kami butuh kritikan dan saran dari ibu dosen pembimbing kita dan bagi temen-temen yang membacanya, yang sifatnya membangun, demi kesempatannya kedepan.  
 


Pealembang,  Maret 2011
                                                                       

Tim Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perkembangan individu berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Salah satu perkembangan yng terjadi pada manusia yaitu perkembangan fisik. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba-coba pada hal yang baru. Pada perkembangan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-organ seksualnya secara fisik, pada masa remaja pula mulai pembentukan hormon-hormon seksual sudah mulai terbentuk sehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak dipengaruhi oleh hormin tersebut.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan “Perkembangan Fisik Remaja” dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.       Bagaimana defenisi remaja ?
2.       Bagaimana tahapan-tahapan perkembangan fisik remaja ?
3.       Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja ?
4.       Bagaimana pesan dan kesan terhadap remaja ?
1.3  Tujuan
1.3.1        Tujuan Umum
Untuk mengetahui makna, ciri-ciri, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada pertumbuhan fisik pada remaja.
1.3.2        Tujuan Khusus
1.      Untuk menmahami pengertian remaja
2.      Untuk emahami makna dan karakteristik pertumbuhan fisik remaja
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik
4.      Untuk memahami dampak  pertumbuhan fisik pada remaja.
                                                                BAB I           
PEMBAHASAN

2.1  Definisi Remaja
Dalam berbagai buku psikologi terdapat perbedaan pendapat tentang remaja namun pada intinya mempunyai pengertian yang hampir sama. Penggunaan istilah untuk menyebutkan masa peralihan masa anak dengan dewasa, ada yang menggunakan istilah puberty (inggris) puberteit (Belanda), pubertasi (latin), yang berarti kedewasaan yang dilandasi sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian dan keperempuanan. Ada pula yang menyebutkan istilah adulescento (latin) yaitu masa muda. Istilah pubercense yang berasal dari kata pubis yang dimaksud dengan pubishair atau mulai tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan.
Istilah yang dipakai di Indonesia para ahli psikologi juga bermacam-macam pendapat tentang definisi remaja. Disini dapat diajukan batasan remana adalah masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Menurut Sarlito (1991), tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, adat dan tingkatan sosial ekonomi, maupun pendidikan. Sebagai pedoman umum remaja di Indonesia dapat digunakan batasan usia 11 – 24 tahun dan belum menikah.(Sunarto : 1998 : 56)

2.2   Pengertian dan Ciri Pertumbuhan Fisik
            Pertmbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi : pertumbuhan ukuran tubuh, merupakan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder).
            Menurut Muss yang dikutip oleh Sarlito Wirawan (Sarito, 1991: 51) urutan perubahan-perubahan fisik adalah sebagai berikut :
Pada anak perempuan :
1.      Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang.
1.      Pertumbuhan payudara.
2.      Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap dikemaluan.
3.      Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya.
4.      Bulu kemaluan menjadi keriting.
5.      Menstruasi atau haid.
6.      Tumbuh bulu-bulu ketiak.
Pada anak laki-laki :
2.      Pertumbuhan tulang-tulang.
3.      Testis (buah pelir) membesar.
4.      Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap.
5.      Awal perubahan suara.
6.      Ejakulasi (keluarnya air mani).
7.      Bulu kemaluan menjadi keriting.
8.      Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya.
9.      Tumbuh rambut-ranbut halus di wajah (kumis, jenggot).
10.  Tumbuh bulu ketiak.
11.  Akhir perubahan suara.
12.  Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap.
Pertumbuhan fisik terbagi menjadi dua, yaitu :
Ø  Pertumbuhan sebelum lahir
Manusia dimulai dari suatu proses pembuahan (pertemuan sel telur dan sperma) yang membentuk suatu sel kehidupan (embrio).
Ø  Pertumbuhan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan dari pertumbuhan sebelum lahir. Pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. Tahun pertama, ukuran panjang badan semula, sedangkan berat badannya bertambah sekitar tiga kalinya.

2.3   Penyebab Perubahan
Penyebab perubahan pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endokrin. Kelenjar pituitari yang terletek di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang diduga ear ada hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh dan hormon gonadotropik atau sering disebut hormon yang merangsang gonad yaitu merangsang gonad agar mulai aktif bekerja.
Meskipun kelenjar gonad atau kelenjar kelamin sudah ada dan aktif sejak seorang dilahirkan, namun kelenjar ini seolah-olah tidur dan baru akan aktif setelah diaktifkan oleh hormon gonadotropik dari kelenjar pituitari pada saat sianak memasuki tahap remaja.
Selama masa remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam tubuh, baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya. Pada kenyatannya hampir semua bagian tubuh perubahannya mengikuti irama yang tetap, sehingga waktu kejadiannya dapat diperkirakan sebelunya. Perubahan tersebut tampak jelas sekali pada bagian pertama masa remaja.
Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan yang terjadi pada masa remaja adalah :
1.      Perubahan Ukuran Tubuh
Irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar 2 tahun sebelum anak mencapai taraf pematangan kelaminnya. Setahun sebelum pematangan ini, anak akan bertambah tinggi 10 sampai 15cm dan bertambah berat 5 sampai 10kg setelah terjadi pematangan kelamin ini. Pertumbuhan tubuh selanjutnya masih terus terjadi namun dalam tempo yang sedikit lebih lamban. Selama 4 tahun pertumbuhan tinggi badan anak akan bertambah 25 persen dan berat tubuhnya hampir mencapai dua kali lipat.
2.      Pertumbuhan Proporsi Tubuh
Proporsi yang tidak seimbang akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber selesai dilalui sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa. Misalnya, di masa kanak-kanak jantungnya kecil sedangkan pembuluh darah kulit kurang begitu tampak. Pada masa puber yang terjadi malah sebaliknya. Dan pertumbuhan kaki dan tangan lebuh panjang dibanding dengan tubuh.
3.      Ciri Kelamin yang Utama
Ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi pada saat ia berumur 14 tahun, yaitu pada saat pertama kali anak laki-laki mengalami “mimpi basah”. Sedangkan pada anak perempuan, indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun, yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi atau haid.
4.      Ciri Kelamin Kedua
Ciri kelamin kedua inilah yang menbedakan bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan. Ciri ini pula yang sering merupakan daya tarik antar jenis  kelamin.
Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi dua hal, yaitu :
a.       Percepatan Pertumbuhan
·         Bagi remaja laki-laki permulaan percepatan pertumbuhan berbeda-beda dan berkisar antara 10,5 tahun dan 16 tahun.
·         Bagi remaja perempuan, percepataan pertumbuhan dimulai antara umur 7,5 tahun dan 11,5 tahun dengan umur rata-rata 10,5 tahun. Puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada umur 12 tahun, yakni kurang lebih bertambah 6-11 cm pertahun.
b.      Proses Kematangan Seksual
Meskipun kematangan seksual berlangsung dalam batas-batas tertentu dan urutan tertentu dalam perkembangan ciri-ciri kelamin sekundernya, namu kematangan  seksual anak-anak remaja berjalan secara individual, sehingga hanya untuk memberikan ukuran rata-rata dan penyebarannya saja
.
2.4  Perbedaan Kriteria Anak Laki-laki dan Perempuan
Ada tiga kriteria yang membedakan anak laki-laki daripada perempuan , yaitu dalam hal :
1.      Kriteria Kematangan Seksual
Kriteria kematangan seksual tampak lebih jelas pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Menarche atau menstruasi pertama dipakai sebagai tannda permulaan pubertas. Sesudah itu masih dibutuhkan satu sampai satu sengah tahu lagi sebelum anak wanita dapat betul-betul matang untuk bereproduksi.
Kriteria sejenis ini tidak terdapat pada anak laki-laki. Sehubungan dengan ejakulasi (pelepasan air mani) pada lak-laki permulaannya masih sangat sedikit, sehingga tidak jelas.
2.      Permulaan Kematangan Seksual
Permulaan kematangn seksual pada anak perempuan kira-kira 2 tahun lebih cepat mulainya daripada anak laki-laki, menarche merupakan tanda permulaan kematangan seksual dan terjadi sekitar usia 13 tahun dengan penyebaran normal antara 10 sampai 16,5 tahun.
Pada anak laki-laki baru terjadi produksi spermatozoa hidup selama kira-kira satu tahun sesudah puncak percepatan perkembangan (kurang lebih umur 14 tahun). Namun ejakulasi pertama (mimpi pertama) mendahului puncak percepatan perkembangan, tetapi dalam air mani baru terdapat sedikit sperma.
3.      Ukuran Gejala-gejala Kematangan Seksual
Pada anak wanita kematanagan dimulai dengan suatu tanda kelamin sekunder dengan tumbuhnya buah dada (payudara) yang tampak dan bagian puting susu yang sedikit mencuat (8-13 tahun). Baru pada stadium kemudian, menjelang menarche, jaringan pengikat di sekitarnya mulai tumbuh hingga payudara mulai memperoleh bentuk yang dewasa. Kelenjar payudara baru baru mengadakan reaksi pada masa kehamilan dengan suatu pembengkakan, sedangkan priduksi air susu terjadi pada akhir kehamilan.
Pada anak laki-laki, kematangan seksual dimulai dengan pertumbuhan testes yang dimulai antara 9,5-13,5 tahun dan berakhir antara 13,5-17 tahun. Pada usia kurang lebih 15-16 tahun, pada anak laki-laki maupun perempuan pangkal tenggirokannya (jakun) mulai membesar yang menyebabkan pita suara menjadi lebih panjang, tetapi anak laki-laki mengalami hal itu lebih banyak. Dengan bertambahnya berat dan panjang badan, tampak kekuatan juga bertambah. Hal ini tampak lebih jelas terlihat pada anak laki-laki.

2.5    Keanekaragaman Perubahan Proporsi Tubuh
Sewaktu masih anak-anak, bentuk tubuh mereka tidak terlalu kentara perbedaannya, namun pada akhir masa kanak-kanak, saat mulai memasuku tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara anak laki-laki dan anak perempuan semakin jelas. Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekar, berat, dan segitiga), sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf  (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
2.6   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik
Kondisi-kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, antara lain adalah :
o   Faktor keluarga, yaitu meliputi faktor keturunan dan lingkungan keluarga
o   Faktor gizi, yang erat hubungannya dengan kondisi sosial ekonomi keluarga
o   Faktor emosional, yang berkaitan dengan gangguan emosional yang dialami selama perkembanagnnya
o   Faktor jenis kelamin, dimana laki-laki cenderung memiliki ukuran tubuh lebih tinggi dan lebih berat dibanding wanita
o   Faktor status sosial ekonomi, dimana anak-anak yang berasal dari ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya tinggi
o   Faktor kesehatan, yaitu anak-anak yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebuh berat daripada anak yang sering sakit
o   Faktor bentuk tubuh, yaitu apakah mesamorf, ektomorf, atau endomorf, akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak

2.7    Dampak Pertumbuhan Fisik Terhadap Remaja

a.  Dampak Pertumbuhan Fisik Terhadap Kondisi Psikologis Remaja
Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Canggung, malu, kecewa dan lain-lain adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.
Hampir semua remaja memperhatikan pertumbuhan pada tubuh serat penampilannya. Perybahan fisik dan perhatian remaja berprngaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem).
Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu :
§  Endomofrik : banyak lemak sedikit otot (padded)
§  Ektomorfik : sedik lamak sedikiy otot (slender)
§  Mesomorfik : sedikit lemak sedikit otot (muscular)
        
b.      Dampak  Pertumbuhan Fisik Terhadap Tingkah Laku
Dalam masa remaja, perubahan yang terjadi sangat mencolok dan jelas sehingga dapat mencolok dan jelas sehingga dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk. Perilaku mereka mendadak menjadi sulit diduga dan seringkali agak melawan norma sosial “masa negatif”. Pada ssat irama pertumbuhan sudah sedikit lambat dan perubahan tubuhnya telah sempurna, maka akan terjadi keseimbanagn kembali.
Meskipun pengaruh pubertas terhadap anak-anak berbeda-beda, cara mereka melampiaskan gangguan ketidakseimbangan tampaknya sama. Beberapa bentu pelampiasan yang dapat terlihat adalah mudah tersinggung, tidak dapat diikuti jalan pemikirannya ataaupun perasaannya, ada kecendrungan menarik diri dari keluaraga atau teman, lebih senang menyendiri, meenentang kewenanagan (misal orang tua atau guru), sangat mendambakan kemandirian, sangat kritis terhadap orang lain, tidak suka melakukan tugas di rumah  ataupun di sekolah, dan sangat tampak bahwa dirinya tidak bahagia.
c.       Dampak Perkembangan Fisik Remaja Pada Lingkungan
Remaja yang banyak perhatiannya terhadap kelompok, perilaku remaja itu akan banyak dipengaruhi oleh perilaku kelompoknya. Kelompok remaja dapat terbentuk di dalam sekolah seperti pada kelompok olah raga, kelompok seni, kelompok belajar dan semacamnya. Begitu pula kelompok remaja dapat terbentuk di luar sekolah, seperti kelompok olah raga, kesenian, pramuka dan sebagainya.
Jenis kegiatan kelompok seringkali ditentukan oleh kelompok itu sendiri, sehingga disamping banyak kegiatan yang bernilai positif juga terdapat kegiatan yang bernilai negatif.
Kegiatan bernilai positif seperti olah raga, pramuka, dan seni dapat memupuk petumbuhan fisik remaja, sedangkan yang bernilai negatif seperti ngebut, bergadang di malam hari, minum-minuman keras, dan semacamnya akan mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dengan demikian, pengembangan program kelompok remaja ke arah kegiatan yang bernilai positif oleh para tokoh masyarakat dan sekolah, merupakan upaya untuk membantu para remaja dan pertumbuhan fisik mereka.
Pengembangan kegiatan pramuka, penyelenggaraan senam kesegaran jasmani, dan pembiasaan hidup bersih perlu diprogram sebagai kegiatan ko-kulikuler dan ekstakulikuler di sekolah menengah, perlu diselenggaraan dengan baik. Pembentukan kelompok belajar atas bimbingan guru merupakan kegiatan yang dapat membentuk mereka untuk balajar teratur dan bertanggung jawab.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan                         
Perubahan fisik adalah perubahan-prubahan yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik tersebut bukan saja menyangkut bertambahnya ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh, melainkan juga meliputi perubahan ciri-ciri yang tedapat pada kelamin utama dan kedua. Baik pada masa remaja laki-laki maupun wanita, perubaha fisik tersebut mengikuti urutan-urutantertentu.
3.2 Saran
Remaja yang banyak memperhatikan kelompok sebaya perlu mendapatkan perhatian dari para pendidik dalam proses pendidikan. Kegiatan seperti dorongan untuk belajar kelompok, pembentukan kelompok olah raga, kegiatan pramukan dan pembiasaan hidup sehat perlu dikembangkan. Di sekolah, kegiatan kulikuler  dan ekstra kulikuler perlu diselenggarakan secara terprogram.
.









DAFTAR PUSTAKA


Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung: Pustaka setia.
Sunarto, B. Agung Hartono. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Latifah, Melly. 2008. Pertumbuhan  Fisik dan Kesehatan Remaja. http://www.tumbuh-kembang-anak.blogspot.com. Diakses pada tanggal 28 Februari 2011 pukul 23.27 WIB.
Oman. 2008. Pertumbuhan Fisik. http://sumbermakalah.blogspot.com. Diakses pada tanggal 28 Februari 2011 pukul 21.30 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar